Selasa, 07 Mei 2013

PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN / MANAJEMEN KELAS

Diposkan oleh kadry BonjolyVEVO di 05.47
BAB I
PENDAHULUAN

Pengelolaan kelas adalah usaha guru untuk mendesaign, mengkoordinasikan, mengintegrasikan serta mengevaluasi semua sumber seperti manusia (pendidik dan peserta didik) dan fasiltasyang ada untuk mencapai tujuan yaitu terciptanya suasana kelas yang kondusif. Dalam pengelolaan kelas, dibutuhkan serangkaian prosedur  dan trik yang harus diketahui guru untuk menciptakan suasana yang kondusif tersebut.
Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri tetapi terkait dengan berbagai factor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru yaitu untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual. Keharmonisan hubungan guru dan anak didik, tingginya bekerja sama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi.  Lahirnya interaksi  yang optimal bergantung dari pendekatan yang dilakukan guru dalam rangka pengelolaan kelas.
Dalam makalah ini, akan dibahas serangkaian bentuk-bentuk pendekatan dalam pengelolaan kelas, seperti pendekatan otoriter, pendekatan permisif, pendekatan behavior medification, pendekatan sosio emotional climate, pendekatan group process dan electric approach, pendekatan kompetenssi, pendekatan keterampilan proses, pendektan lingkungan, pendekatan kontekstual, dan pendekatan tematik.









BAB II
PEMBAHASAN
PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN / MANAJEMEN KELAS

Macam-macam pendekatan-pendekatan dalam pengelolaan kelas, diantaranya: 
1.      Pendekatan otoriter
Pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan  adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya.  Didalamnya ada kekuasan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
Kelebihan dari pendekatan ini adalah terciptanya suatu disiplin tinggi dalam bentuk peraturan atau norma-norma yang harus ditaati sehingga terciptanya suatu ketertiban di kelas.
Kelemahannya adalah pendekatan ini kurang efektif . guru yang menganut pendekatan ini umumnya menganggap apa yang ia katakan adalah mutlak benar. Guru dianggap yang paling tahu.siswa kurang diberi kesempatan untuk mengemukakan dan mengembangkan ide atau buah pikirannya.
Contohnya:  Seorang guru langsung mengusir anak didiknya yang berbicara di kelas tanpa mempertimbangkan  alasan yang diberikan anak didiknya tersebut. Guru menganggap anak didiknya tersebut tidak disiplin.

2.      Pendekatan permisif
Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang mereka kehendaki  dalam proses belajar mengajar. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didiknya. Pendekatan ini memandang kebebasan tersebut dapat mengembangkan setiap potensi yang ada dalam diri anak didik.
Kelebihan pendekatan ini adalah proses pembelajaran menjadi santai. Siswa merasa tidak terkekang dan tidak terpaksa dalam belajar. Siswa diberi banyak kesempatan untuk mengemukakan dan mengembangkan ide atau buah pikirannya.
Sedangkan kelemahannya adalah pendekatan ini tidak realistis. Pendekatan ini dapat menghasilakan anak didik yang serba tidak mamatuhi aturan, nilai budaya, dan agama baik dilingkungan rumah tangga atau keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Contohnya: Seorang guru membiarkan anak didiknya makan-makan selama proses belajar mengajar berlangsung dengan anggapan bahwa mereka akan lebih konsentrasi lagi dalam belajar mengajar.

3.      Pendekatan permisif
Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang mereka kehendaki  dalam proses belajar mengajar. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didiknya. Pendekatan ini memandang kebebasan tersebut dapat mengembangkan setiap potensi yang ada dalam diri anak didik.
. Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik.
Pendekatan ini cukup efektif untuk dilaksanakan karena tingkah laku positif anak didik dapat terkembangkan sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.
Kelemahannya yaitu siswa menjadi bergantung kepada guru dalam mengembangkan sikap baiknya. Siswa tersebut akan teransang bertingkah baik bila ada sebuah pujian dari guru dan sebagainya.
Contohnya: Guru memberikan pujian dan hadiah kepada anak yang bertingkah laku baik dan memberikan sanksi kepada anak yang bertingkah laku buruk dengan tujuan anak tersebut mengulangi perbuatannya itu lagi.

4.      Pendekatan sosio emotional climate
Pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim atau suasana sosio-emosinal yang positif dalam kelas. Pendekatan ini berasumsi bahwa belajar dapat dimaksimalkan apabila berlangsung dalam suasana yang positif berupa pemantapan hubungan-hubungan sehat antar pribadi didalam kelas, baik hubungan antara guru dan siswa maupun sesame siswa.
Pendekatan ini dapat diandalkan karena dapat meningkatkan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya rasa kebersamaan dan kepercayaan antara guru dan siswa, siswa tersebut akan bersemangat dalam belajarnya. Namun bila guru tidak pintar-pintar dalam menjaga kebersamaan dengan siswa, bias jadi guru yang dimanfaatkan oleh siswa.
Contohnya: Guru menghargai setiap ada anak didiknya yang mengemukakan pendapatnya, walaupun pendapatnya itu kurang tepat.
  
5.      Pendekatan group process (kerja kelompok)
Pendekatan group process adalah usaha guru mengelompokkan anak didik kedalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga terciptanya suasana kelas yang bergairah. Dalam pendekatan ini, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, selain itu guru harus menjaga kondisi itu agar tetap baik.
Kelebihan pendekatan ini adalahdapat memantapkan dan memelihara organisasi  kelas yang efektif berupa terciptanya keakraban antar sesama siswa. Pendekatan ini mengajari siswa bertanggung jawab atas kelompoknya. Namun dalam pendekatan ini ditakutkan adanya tindakan intimidasi dan  sikuat menekan silemah, maksudnya setiap tugas kelompok hanya dibebankan sebagian orang saja.
Contohnya: Adanya bentuk kerja kelompok disetiap pembelajaran dan setiap ada permasalahan dari seorang siswa, maka itu dianggap permasalahan kelompok.

6.      Pendekatan electric approach
Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan sesuatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan kondisi.
Menurut Djamarah, pendekatan elektis adalah guru kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain mungkin mengkombinasikan pendekatan-pendekatan tersebut.
Pendekatan ini mungkin lebih efektif  karena cukup fleksibel, dimana guru memilih dan menggabungkan secara bebas berbagai macam pendekatan sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada.

7.      Pendekatan kompetensi
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bias dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pealajaran yang baik.
Kelebihan pendekatan kompetensi ini adalah proses pembelajaran disetting secara baik.
Contohnya: Sebelum masuk kelas, guru benar-benar mempersiapkan diri baik penguasaan materi maupun mental untuk dapat menghadapi anak didiknya.

8.      Pendekatan keterampilan proses
Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses, aktifitas, dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Pendekatan ini khusus pada cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. Cara memandang ini dijabarkan dalam kegiatan  belajar mengajar memperhatikan pengembangan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan. Pendekatan keterampilan proses ini menekankan pada bagaimana siswa belajar, bagaimana mengelola perolehannya, sehingga dipahami dan dapat dipakai seabagai bekal untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupannya di masyarakat.
Pembelajaran berdasarkan pedekatan keterampilan proses perlu memperhatikan hal-hal berikut yaitu:
a.       Keaktifan peserta didik didorong oleh kemauan untuk belajar  karena adanya tujuan yang ingin dicapai.
b.      Keaktifan peserta didik akan berkembang jika dilandasi dengan pendayagunaan potensi yang dimilikinya.
c.       Suasana kelas dapat mendorong atau mengurangi aktifitas peserta didik . Suasana kelas harus dikelola dengan baik agar dapat merangsang aktifitas dan kreatifitas belajar peserta didik.
d.      Dalam kegiatan pembelajaran, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar melalui bimbingan dan motivasi untuk mencapai tujuan.

9.      Pendektan lingkungan
Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungannya.
Dalam pendekatan lingkungan, pelajaran disusun sekitar hubungan dan faedah. Isi dan prosedur disusun hingga mempunyai makna dan ada hubungannya antara peserta didik dengan lingkungannya. Pengetahuan yang diberikan harus memberi jalan keluar bagi peserta didik dalam menanggapi lingkungannya. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada dilingkungan sekitar, baik dilingkungan rumah maupun dilingkungan sekolah.
Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan cara berikut:
a.       Membawa peserta didik kelingkungan untuk kepentingan pembelajaran.
b.      Membawa sumber-sumber belajar dari lingkungan ke sekolah.

10.  Pendekatan kontekstual (contextual teaching and  learning / CTL)
Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual ini adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Pendekatan kontekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami.
Pendekatan kontekstual mendorong peserta didik memahami hakekat., makna, dan manfaat belajar sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk belajar yang tenang dan menyenangkan, karena pembelajaran dilakukan secara alamiah, sehingga peserta didik dapat mepraktekkan secara langsung apa-apa yang dipelajarinya.
Contohnya: Guru memulai pembelajaran yang dimulai atau dikaitkan dengan dunia nyata yaitu diawali dengan bercerita atau tanyajawab lisan tentang kondisi aktual dalam kehidupan siswa (daily life).
  
11.  Pendekatan tematik.
Pendekatan tematik ialah cara pengemasan pelajaran dalam sebuah tema dari mata pelajaran. Sebuah tema bisa memuat beberapa bidang keahlian yang dipelajari. Hasil akhir bukanlah hal yang utama  melainkan pemaparan, pembukaan cakrawala.  Kemampuan yang diperoleh oleh anak bisa jadi beragam, tidak harus sama pada setiap anak didik tersebut. Keunikan masing-masing anak harus dihargai. Beberapa anak mungkin bisa membaca lebih dahulu dari anak lain, dan sebagainya.
Pendekatan tematik adalah sebuah cara untuk tidak membatasi anak dalam sebuah mata pelajaran dalam  mempelajari sesuatu, misalnya: sambil belajar mengenal hewan ia juga belajar mewarnai.    
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ada beberapa macam pendekatan pengelolaan kelas, diantaranya:  
1.       Pendekatan otoriter
Pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik.. Kedisiplinan  adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. 
2.      Pendekatan permisif
Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang mereka kehendaki  dalam proses belajar mengajar.
3.      Pendekatan permisif
Pendekatan ini menganggap pengelolaan kelas sebagai suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan apa saja yang mereka kehendaki  dalam proses belajar mengajar.
4.      Pendekatan sosio emotional climate
Pendekatan ini berasumsi bahwa belajar dapat dimaksimalkan apabila berlangsung dalam suasana yang positif berupa pemantapan hubungan-hubungan sehat antar pribadi didalam kelas, baik hubungan antara guru dan siswa maupun sesame siswa.
5.      Pendekatan group process (kerja kelompok)
Pendekatan group process adalah usaha guru mengelompokkan anak didik kedalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga terciptanya suasana kelas yang bergaira
6.      Pendekatan electric approach
Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan sesuatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien.
7.      Pendekatan kompetensi
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bias dicegah.
8.      Pendekatan keterampilan proses
Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses, aktifitas, dan kreatifitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari.
9.      Pendektan lingkungan
Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar.
10.  Pendekatan kontekstual (contextual teaching and  learning / CTL)
Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
11.  Pendekatan tematik.
Pendekatan tematik ialah cara pengemasan pelajaran dalam sebuah tema dari mata pelajaran. Sebuah tema bisa memuat beberapa bidang keahlian yang dipelajari
B. Saran
            Dalam penulisan makalah ini masih tedapat kekurangan-kekurangan, untuk itu pemakalah mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah kami kedepannya. Atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih.   

DAFTAR PUSTAKA

0 komentar:

 

Kadri Bonjoly's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos